Aksi Para Dukun Patung Kuda Arjuna Wiwaha

admin

Aksi Para Dukun Patung Kuda Arjuna Wiwaha

Dinastipk77.com – Jakarta, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020).

Aksi yang berlangsung sekira 2 jam 30 menit itu akhiri sekira pukul 16.32 WIB karena guyur oleh hujan deras.

Dalam aksi ini, mahasiswa mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Perpu mencabut pengesahan UU Cipta Kerja sekaligus menyatakan #MosiTidakPercaya pada Pemerintah dan DPR RI.

Aksi mahasiswa yang terkonsentrasi Patung Kuda Arjuna Wiwaha ini turut datangkan sejumlah dukun. Judi Online

Ada dukun dari Gunung Kidul, dukun dari Gunung Kawi, dukun dari Banten, dan dukun-dukun lainnya.

Kompak berpakaian serba hitam, membawa sesajen, dupa, dan sebuah keranda mayat, dukun-dukun itu turut menyuarakan aspirasi mereka terkait penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Melalui sebuah keranda mayat, dukun-dukun itu menyerukan kematian dari demokrasi sekaligus menyebut bahwa Omnibus Law adalah undang-undang goib.

“RIP Demokrasi Indonesia, Omnibus Law UU Goib,” Terkutip Network sebagaimana tertulis keranda mayat yang terbawa dukun-dukun itu.

Sisi lain keranda mayat tertulis, “RIP Hati Nurani DPR, Tolak Omnibus Law.”

Saat terhampiri ke sela-sela aksi, mereka mengaku bahwa mereka bukanlah dukun. Namun mereka berasal dari aliansi Api Kartini, Serikat Pekerja Miskin Indonesia (SRMI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi.

Dukun dari Gunung Kidul menyebut, aksi berpakaian menyerupai dukun ini hanyalah bagian dari unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

“Kami bukan dukun beneran, ini hanya bagian dari aksi. Semacam teatrikal gitu,” jelas ia. Domino99

Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja bernuansa goib itu akhiri massa aliansi Api Kartini, SRMI, dan Liga Mahasiswa sekira pukul 16.00 WIB.

Sebelumnya, massa dari BEM SI menyatakan akan berunjuk rasa ke Istana Merdeka Jakarta pada Jumat ini.

Aksi tersebut terkonsentrasi Patung Kuda Arjuna Wiwaha yang berjarak sekira 1 km dari Istana Presiden.

Aksi Para Dukun Patung Kuda Arjuna Wiwaha
Unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Jumat (16/10/2020).

Aksi Para Dukun Patung Kuda Arjuna Wiwaha

Massa BEM SI tiba ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha sekira pukul 13.30 WIB dan langsung menggelar aksi. Bahkan mereka terkawal ketat oleh aparat kepolisian yang mengantisipasi kemungkinan akan ricuh.

Saat aksi menolak UU Cipta Kerja oleh BEM SI berlangsung, Presiden Jokowi justru tidak berada ke Istana Merdeka.

Ia terkabarkan berada Istana Bogor sejak pagi (hari ini red). “Bapak di (Istana) Bogor,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. BandarQ Online

Heru menyebutkan, Jokowi akan menerima sejumlah tamu dan menteri ke Istana Bogor. Bahkan ia enggan menyebutkan tamu dan menteri yang akan bertemu Jokowi karena agendanya bersifat internal.

“Agendanya intern, tapi kerja, ada menerima beberapa tamu dan menteri,” kata Heru.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga lebih memilih untuk melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Timur. Bahkan kunjungan tersebut dalam rangka meninjau pengembangan pembangunan Food Estate.

Keesokan harinya, Jokowi menyebut aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja sebabkan adanya hoaks dan disinformasi.

Ia juga meminta pihak yang keberatan dengan UU itu menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Kepolisian RI menangkap sebanyak 1.577 orang terkait aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (13/10/2020).

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut mengatakan penangkapan terbanyak oleh jajaran Polda Metro Jaya. Bahkan sisanya tersebar ke beberapa Polres-Polres daerah.

“Berasal dari Ditreskrimum 512 orang, Polres Jaksel 145 orang, Polres Jakut 147 orang, Polres Tangerang Kota 185, Polres Metro Bekasi 173 orang dan Polres Tangsel 119 orang,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020) lalu.

Argo menyampaikan 47 dari 1.577 peserta unjuk rasa ternyatakan reaktif corona. Poker88

Untuk pedemo yang temukan reaktif corona langsung bawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Argo menambahkan peserta unjuk rasa yang tertangkap itu masih tengah dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Jika nantinya dalam pemeriksaan temukan unsur pidana maka akan proses sesuai hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sherry Jolieca Ingin Sukses Seperti Blackpink

Sherry Jolieca Ingin Sukses Seperti Blackpink Dinastipk77.com – Jakarta, Sherry Jolieca (14) punya mimpi besar dalam menekuni hobinya di dunia tarik suara sejak awal. Meski masih duduk ke bangku sekolah, Sherry Jolieca tak mengurungkan niatnya menjadi penyanyi profesional, untuk mengasah […]

Subscribe US Now