OKNUM POLISI SIMALUNGUN JADI PENGEDAR NARKOBA SUMUT

admin

OKNUM POLISI SIMALUNGUN JADI PENGEDAR NARKOBA SUMUT

OKNUM POLISI SIMALUNGUN JADI PENGEDAR – Polda Sumut masih melakukan pendalaman terkait kasus penangkapan oknum polisi di Simalungun yang jadi pengedar narkoba, dan ditangkap oleh petugas BNN Kota Pematangsiantar.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, oknum yang diduga terlibat atau terjerat kasus narkotika, akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kita tunggu hasil pemeriksaannya,” ujarnya saat dikonfirmasi Tri bun-Medan.com pada Selasa (19/5/2020) malam.

Ia memastikan pihaknya tidak akan pandang bulu bagi siapa pun yang terlibat dalam kasus narkotika.

“Pak Kapolda tidak akan memberikan toleransi kepada anggota yang terlibat peredaran narkoba. Sudah ada beberapa anggota yang diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Ia pun memastikan tidak akan menutup-nutupi kasus narkoba yang melibatkan oknum polisi berinisial IJS tersebut.

“Pasti akan kita proses sepanjang alat bukti dan saksi-saksi menguatkan keterlibatan oknum anggota Polri di jajaran Polda Sumut,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas BNN Kota Pematangsiantar mengamankan empat orang pengedar narkotika Domino99.

Satu di antaranya adalah IJS, oknum polisi berpangkat Aipda.

Dalam press release Selasa (19/5/2020) dijelaskan, BNNK Pematangsiantar melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan total empat orang dalam kasus narkotika yang melibatkan Aipda IJS.

Saat ini keempatnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah kita kembangkan sampai tadi malam, jadi totalnya ada empat tersangka yang kita amankan dari lokasi berbeda,” kata Kepala BNNK Siantar AKBP Saudara Sinuaji, Selasa siang.

Adapun keempat tersangka berinisial IJS alias Indra (41), warga Jalan Medan KM 9,5, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

OKNUM POLISI SIMALUNGUN JADI PENGEDAR NARKOBA SUMUT

IJS adalah mantan penyidik Satnarkoba Simalungun dan Satlantas Polres Simalungun.

AKBP Saudara Sinuaji mengatakan, tersangka IJS merupakan pengedar narkotika. Ia tersangka pertama yang diamankan personel BNNK.

Selanjutnya AN alias Apin (30), warga Huta lV Bandar Jambu, Kabupaten Simalungun, DA alias Atmaja (24), dan rekannya HS alias Halomoan (24).

Kedua tersangka tersangka terakhir adalah warga asal Jalan Tangki Lorong 20, Kampung Sidomulyo, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

“Pertama kita amankan itu si IJS sama AN, dari Jalan Medan Km 4,5, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba. Tepatnya di Simpang Rame.

Lalu, tersangka DA sama HS, kita amankan depan hotel horison Jalan Rakkuta Sembiring,” ujarnya.

Informasi penangkapan tersebut dijelaskan Saudara Sinuhaji, lantaran adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan tersangka berinisial IJS adalah bandar narkoba BandarQ Online..

“Benar, personel kita pertama kali melakukan penyamaran dan transaksi terhadap pelaku IJS dan rekannya AN. Dari mereka kita temukan timbangan digital, sabu seberat 10 gram dan pil ekstasi sebanyak 10 butir serta uang Rp 6 juta dan mobil Xenia,” tambahnya.

Sedangkan dari tersangka berikutnya, DA dan AS, personel BNNK menyita barang bukti berupa 5 butir pil ekstasi, 15 gram sabu, 2 unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion dan Honda Vario. Kemudian, 2 unit Handphone merk VIVO dan Nokia.

“Total barang bukti narkoba keseluruhannya yakni sabu 22 gram, 15 pil ekstasi. Para tersangka sempat melakukan perlawanan. Ya, mungkin karena kaget,” katanya.

Keempat tersangka resmi ditahan dan dipersangkakan Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika.

Ditanya terkait oknum polisi apakah sudah berkootdinasi dengan Polres Simalungun, Kepala BNN mengaku masih menggali keterangan.

“Masih kita kroscek. Kami masih akan koordinasi dengan pihak Polres Simalungun. Untuk mengetahui anggota Polri yang ditangkap itu masih aktif atau tidak,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun Judi Online, oknum polisi itu ditangkap di depan SPBU Jalan Medan-Siantar, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, pada Senin (18/5/2020) sekira pukul 14.50 WIB.

Oknum polisi tersebut dikabarkan sempat melakukan perlawanan dan tidak mau keluar dari dalam mobil Xenia warna putih, serta berusaha kabur.

Namun upaya itu berhasil digagalkan petugas BNNK Pematangsiantar.

“Komitman saya adalah mendukung program bapak Kapolda Irjen Martuani Sormin, salah satunya adalah kejahatan narkoba,” katanya, Selasa.

Terkait oknum polisi IJS, Agus menegaskan akan memprosesnya secara internal sesuai peradilan di kepolisian.

“Saya tak akan melindungi anggota yang melakukan tindak pidana narkoba dan saya mendukung BNN untuk memproses anggota tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Dolok Pardamean AKP Sontang Tampubolon tak bisa memberi keterangan banyak terkait oknum polisi berinisial IJS.

Ia menyampaikan mutasi IJS baru diterimanya Minggu (17/5/2020) tengah malam kemarin.

Sementara penangkapan terjadi pada Senin (18/5/2020) siang oleh petugas BNN di salah satu SPBU di Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Sontang menyebutkan, IJS belum pernah melapor bahwa dirinya ditugasi di Polsek Dolok Pardamean usai mutasi dari Satlantas Simalungun.

“Dia memang belum ada melaporkan dirinya akan bergabung di Polsek Dolok Pardamean. Memang mutasinya baru terbit, makanya wajahnya saja saya gak tahu,” ujar Kapolsek.

“Karena mutasi kami terima malam, besoknya dia ditangkap. Makanya dia belum terdaftar sebagai anggota kita,” tambahnya.

Menanggapi persoalan ini, Kapolsek menyarankan untuk bertanya langsung dengan Kasi Propam Polres Simalungun. Sebab. ia pun mengaku tak kenal dengan IJS.

“Gak kenal saya dengan dia. Makanya soal dia yang seharusnya tugas di sini hari ini, kita serahkan ke Pak Kapolres yang berwenang apakah ada penggantinya nanti,” jelas pria tiga balok emas di pundak ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komisi DPR Soroti Rencana Tanggung Garuda Indonesia

Komisi DPR Soroti Rencana Tanggung Garuda Indonesia Dinastipk77.com – Jakarta, Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus mengatakan rencana pemberian dana talangan Pemerintah kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dapat dilihat dari beberapa aspek. Di antaranya apakah pemerintah bermaksud […]

Subscribe US Now